Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi dan salam sehat teman-teman generasi muda, selamat datang kembali di blog ini. Saya Aliyya Nur Rahmi, mahasiswi dari Politeknik Pariwisata Makassar akan membahas informasi lengkap di Sulawesi Selatan, sehingga membuat anda mengetahui lebih dalam tentang Sulawesi Selatan. Yukk ikuti pembahasan saya.. 👀
A. GEOGRAFI
Sulawesi Selatan adalah sebuah provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi. Ibu kota provinsinya adalah Makassar, yang dahulu disebut Ujung Pandang. Provinsi Sulawesi Selatan terletak di 0°12' - 8° Lintang Selatan dan 116°48' - 122°36' Bujur Timur.
B. LUAS DAN BATAS WILAYAH
Luas wilayahnya 45.764,53 km². Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di Utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di Timur, Selat Makassar di Barat dan Laut Flores di Selatan. Pada peta Provinsi Sulawesi Selatan terletak antara 0 derajat 12′-8 derajat Lintang Selatan dan 116 derajat 48′-122 derajat 36′ Bujur Timur.
C. SEJARAH
Sekitar 30.000 tahun silam pulau ini telah dihuni oleh manusia. Penemuan tertua ditemukan di gua-gua dekat bukit kapur dekat Maros, sekitar 30 km sebelah timur laut dan Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Kemungkinan lapisan budaya yang tua berupa alat batu Pebble dan flake telah dikumpulkan dari teras sungai di lembah Walanae, di antara Soppeng dan Sengkang, termasuk tulang-tulang babi raksasa dan gajah-gajah yang telah punah. Selama masa kemasan perdagangan rempah-rempah, pada abad ke-15 sampai ke-19, Sulawesi Selatan berperan sebagai pintu gerbang ke kepulauan Maluku, tanah penghasil rempah. Kerajaan Gowa dan Bone yang perkasa memainkan peranan penting di dalam sejarah Kawasan Timur Indonesia di masa Ialu. Pada sekitar abad ke-14 di Sulawesi Selatan terdapat sejumlah kerajaan kecil, dua kerajaan yang menonjol ketika itu adalah Kerajaan Gowa yang berada di sekitar Makassar dan Kerajaan Bugis yang berada di Bone.
Pada tahun 1530, Kerajaan Gowa mulai mengembangkan diri, dan pada pertengahan abad ke-16 Gowa menjadi pusat perdagangan terpenting di wilayah timur Indonesia. Pada tahun 1605, Raja Gowa memeluk Agama Islam serta menjadikan Gowa sebagai Kerajaan Islam, dan antara tahun 1608 dan 1611, Kerajaan Gowa menyerang dan menaklukkan Kerajaan Bone sehingga Islam dapat tersebar ke seluruh wilayah Makassar dan Bugis. Perusahaan dagang Belanda atau yang lebih dikenal dengan nama VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) yang datang ke wilayah ini pada abad ke-15 melihat Kerajaan Gowa sebagai hambatan terhadap keinginan VOC untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di daerah ini. VOC kemudian bersekutu dengan seorang raja bone bernama Arung Palakka yang hidup dalam pengasingan setelah jatuhnya kekuasaan di bawah kerajaan Gowa-Tallo. Belanda kemudian mendukung Palakka kembali ke Bone, sekaligus menghidupkan perlawanan masyarakat Bone dan Sopeng untuk melawan kekuasaan Gowa. Setelah berperang selama setahun, Kerajaan Gowa berhasil dikalahkan. Dan Raja Gowa, Sultan Hasanuddin dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya yang sangat mengurangi kekuasaan Gowa. Selanjutnya Bone di bawah Palakka menjadi penguasa di Sulawesi Selatan.
Persaingan antara Kerajaan Bone dengan pemimpin Bugis lainnya mewarnai sejarah Sulawesi Selatan. Ratu Bone sempat muncul memimpin perlawanan menentang Belanda yang saat itu sibuk menghadapi Perang Napoleon di daratan Eropa. Namun setelah usainya Perang Napoleon, Belanda kembali ke Sulawesi Selatan dan membasmi pemberontakan Ratu Bone. Namun perlawanan masyarakat Makassar dan Bugis terus berlanjut menentang kekuasaan kolonial hingga tahun 1905-1906. Pada tahun 1905, Belanda juga berhasil menaklukkan Tana Toraja, perlawanan di daerah ini terus berlanjut hingga awal tahun 1930-an. Sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI, Sulawesi Selatan, terdiri atas sejumlah wilayah kerajaan yang berdiri sendiri dan mendiami empat etnis yaitu: Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja.Ada tiga kerajaan besar yang berpengaruh luas yaitu Luwu, Gowa, dan Bone, yang pada abad ke XVI dan XVII mencapai kejayaannya dan telah melakukan hubungan dagang serta persahabatan dengan bangsa Eropa, India, China, Melayu, dan Arab.Setelah kemerdekaan, dikeluarkan UU Nomor 21 Tahun 1950 di mana Sulawesi Selatan menjadi provinsi Administratif Sulawesi dan selanjutnya pada tahun 1960 menjadi daerah otonomi Sulawesi Selatan dan Tenggara berdasarkan UU Nomor 47 Tahun 1960. Pemisahan Sulawesi Selatan dari daerah otonomi Sulawesi Selatan dan Tenggara ditetapkan dengan UU Nomor 13 Tahun 1964, sehingga menjadi daerah otonomi Sulawesi Selatan.
D. DEMOGRAFI
Jumlah Penduduk Provinsi Sulawesi Selatan September 2020 Sebanyak 9,07 Juta Jiwa Dengan Luas Daratan Provinsi Sulawesi Selatan Sebesar 46,72 Ribu Km2, Maka Kepadatan Penduduk Provinsi Sulawesi Selatan Sebanyak 194 Jiwa Per Km2 Selama 2010-2020, Rata-Rata Laju Pertumbuhan Penduduk Provinsi Sulawesi Selatan Sebesar 1,18 Persen Jumlah Penduduk Tertinggi Tercatat Di Kota Makassar Sebanyak 1.423.877 Orang, Sedangkan Jumlah Penduduk Terendah Tercatat Di Kabupaten Kepulauan Selayar Sebanyak 137.071 Orang Pada Tahun 2020, Rasio Jenis Kelamin Penduduk Provinsi Sulawesi Selatan Sebesar 98,59. Artinya Terdapat 98 Sampai Dengan 99 Laki-Laki Untuk Setiap 100 Perempuan Rasio Jenis Kelamin Tertinggi Terjadi Di Kabupaten Tana Toraja Sebesar 107,26, Sedangkan Rasio Jenis Kelamin Terendah Terjadi Di Kabupaten Soppeng Sebesar 92,88.
E. AGAMA DAN SUKU BANGSA
Sulawesi Selatan mayoritas Bergama Islam, kecuali di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara Utara dan Sebagian wilayah di Kabupaten Luwu Timur, dan Kabupaten Luwu beragama Kristen Protestan.
Provinsi Sulawesi Selatan memiliki beragam suku bangsa. Tiga suku bangsa yang dominan di Sulawesi Selatan adalah suku Bugis, Makassar, dan Toraja. Suku asal Sulawesi lainnya termasuk, suku Mandar, Duri, Pattinjo, Rampi, Maiwa, TO Garibo, Pattae, Kajang dan Konjo Pesisir.
F. EKONOMI
Sulawesi Selatan adalah pemenang besar dalam strategi prioritas ini, karena Sulawesi Selatan telah menjadi titik fokus dari bonanza kebijakan pembangunan infrastruktur Presiden di Indonesia Timur. Pembangunan ini akan memiliki dampak transformasional, dimana Sulawesi Selatan telah menjadi salah satu provinsi paling berpengaruh di negara ini.
- Perekonomian Sulawesi Selatan berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan IV-2021 mencapai Rp 142,06 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 88,46 triliun.
- Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan IV-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar -0,70 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,85 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Impor Barang dan Jasa sebesar 148,58 persen.
- Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan IV-2021 terhadap triwulan IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 7,89 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 26,48 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,73 persen.
- Ekonomi Sulawesi Selatan kumulatif selama tahun 2021 terhadap tahun 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 4,65 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 10,87 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 16,57 persen.
G. PEMERINTAHAN
5 tahun setelah kemerdekaan, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 21 Tahun 1950, yang menjadi dasar hukum berdirinya Provinsi Administratif Sulawesi. 10 tahun kemudian, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 47 Tahun 1960 yang mengesahkan terbentuknya Sulawesi Selatan dan Tenggara. 4 tahun setelah itu, melalui UU Nomor 13 Tahun 1964 pemerintah memisahkan Sulawesi Tenggara dari Sulawesi Selatan. Terakhir, pemerintah memecah Sulawesi Selatan menjadi dua, berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004.
Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polewali Polewali Mamasa yang semula merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Barat seiring dengan berdirinya provinsi tersebut pada tanggal 22 September 2004 berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004.
H. PARIWISATA
Bertandang dan berlibur ke sulawesi selatan dijamin anda tidak akan pernah kenal kata menyesal. Karena sulawesi selatan termasuk kategori destinasi wisata nasional yang tak diragukan lagi pamornya, bukan hanya wisata alam yang sangat menawan, ditanah celebes ini sangat komplit wisatanya, dari mulai wisata alam, objek permainan, tempat bersejarah, bahkan sampai kuliner yang nendang abis kelezatanya. Berikut Pariwisata yang ada di Sulawesi Selatan :
Malino Highland

Kalau kita membahas pariwisata yang ada di Sulawesi Selatan, tentu banyak sekali yang dapat kita kunjungi. Sulawesi Selatan tidak kalah indahnya dengan kota – kota besar yang ada di Indonesia. Sulawesi Selatan menjadi kota yang diminati banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Sulawesi selatan memberikan pariwisata baik alam, budaya, dan bauatan. Salah satu kota yang wajib dikunjungi Ketika sedang melakukan perjalanan ataupun liburan yaitu Sulawesi Selatan.
I. KEBUDAYAAN
Kebudayaan masyarakat Sulawesi Selatan secara umum termasuk ke dalam kategori kebudayaan masyarakat pantai. Hal ini ditandai dengan kegiatan perdagangan yang menonjol dan adanya pengaruh agama Islam yang kuat. Kebudayaan ini dihasilkan oleh masyarakat Makassar dan Bugis yang merupakan penduduk mayoritas yang terdapat di Sulawesi Selatan. Adapun suku Toraja mempunyai ciri kebudayaan yang berkembang dari kegiatan perladangan berkat kecerdikan masyarakat beradaptasi dengan lingkungan.
- Bahasa Daerah Sulawesi Selatan
Bahasa Bugis (bahasa Ugi) digunakan oleh orang-orang Bugis. Beberapa dialek dalam bahasa Bugis misalnya Bone, Pangkep, Camba, Sinjai, Sidrap, Wajo, Soppeng, Sawitto, Barru, dan Luwu. Suku Makasar menggunakan bahasa Mangasara (Mangasarak) dengan persebaran sebagian besar di wilayah Pangkep, Gowa, Maros, Jeneponto, Bantaeng, Takalar, dan Makasar. Cara pengucapan bahasa mangasara terdiri atas beberapa dialek, antara lain dialek Gowa (Gowa, Lakiung), Turatea(Jeneponto), Maros, dan Pangkep. Bahasa Mangasara ini terdiri atas beberapa sub bahasa, yaitu bentong, konjo pesisir, konjo pegunungan (kajang), dan selayar.
Suku Toraja menggunakan bahasa Toraja yang terdiri atas beberapa sub bahasa yaitu bahasa Tae', Toala', dan Torajasa'dan. Bahasa Tae'digunakan di daerah Masamba sampai ujung selatan Luwu Utara, sedangkan bahasa Torajasa'dan digunakan untuk Tana Toraja dan sebagian Luwu Utara.
- Arsitektur Tradisional Daerah Sulawesi Selatan
Rumah adat Sulawesi Selatan bermacam-macam bentuk dan jenisnya tergantung suku bangsa yang ada di Sulawesi Selatan. Rumah adat Tongkonan (rumah adat suku Toraja) menjadi identitas rumah adat Sulawesi Selatan. Tongkonan berarti balai musyawarah. Menurut kepercayaan Toraja, terdapat hubungan yang sangat erat antara manusia, bumi, dan tongkonan. Oleh karena itu, waktu dan cara pembangunan harus memenuhi peraturan tertentu sesuai dengan ajaran aluk todolo.
Rumah adat suku Bugis dan Makassar memiliki kesamaan. Keduanya memiliki bentuk yang hampir sama.Orang Makassar menyebut rumah dengan balla, sedangkan orang Bugis menyebutnya dengan bola. Rumah adat Makassar dan suku Bugis bertipe rumah panggung yang berkolong pada bagian bawahnya. Selain rumah adat di atas, ada banyak bentuk rumah adat lainnya di Sulawesi Selatan. Setiap daerah memiliki keunikan dan nama-nama sendiri, misalnya rumah adat attake (kab. Wajo), Bola soba (Soppeng), rumah adat Bajo (kab. Bone), rumah adat suku kajang (kab. Bulukumba), perkampungan nelayan (Pallopo), dan rumah terapung (Sekang).

- Pakaian tradisional Daerah Sulawesi Selatan
- Pakaian Suku Bugis
Anak laki-laki mengenakan pakaian terdiri atas tope, songkok pute passapu, lipa'sabbe, waju kasa, dan pakambang, sedangkan anak perempuan mengenakan jempang, tope, waju ponco/waju pella-pella/waju rawang, lipa' sabbe, waju bella dada. Pakaian dewasa sehari-hari untuk bangsawan laki-laki berupa lipa'sabbe, waju bella dada, dan jase tutu, untuk perempuan mengenakan waju bodo, dan lipa' sabbe. Pakaian orang biasa untuk laki-laki mengenakan lipa’wenang dan waju, sedangkan Wanita mengenakan lipa’ dan waju ponco.
Pada saat upacara adat anak bangsawan laki-laki mengenakan pakambang, lipa'sabbe, songko' pamiring, tope, serta songkok pute, sedangkan untuk perempuan mengenakan pakambang, lipa'sabbe, waju rawang, dan waju ponco'. Sedangkan untuk anak orang biasa laki-laki mengenakan lipa' dan songkok guru dan perempuan mengenakan lipa’sabbe dan waju ponco.
Pakaian pria dewasa untuk upacara mengenakan lipa'sabbe, waju jase tutu, dan songkokpamiring ulaweng.Pakaian yang dikenakan oleh Bissu yaitu songkok guru/ songkok to-Bone, baju model jase tutu, rok panjang untuk ketua Bissu serta passapu dan baju kurung panjang smpai mata kaki dengan belah dada pada bagian dada untuk para anggota Bissu.
- Pakaian Suku Makassar
Pakaian sehari-hari untuk anak laki-laki yaitu salawik, lipa', lipa'sabbe, passapu, dan songkok guru, sedangkan anak wanita memakai jempang, salawik, lipa', baju rawang, dan lipa'sabbe. Pakaian untuk orang dewasa laki-laki memakai lipa'sabbe, songkok guru, dan jase tutu, sedangkan untuk wanita dewasa memakai baju bodo dan lipa'sabbe.
Pakaian yang dikenakan saat upacara anak laki-laki bangsawan memakai songkok gaduk, songkok biring, sedangkan anak wanita mengenakan waju assusun. Untuk pria dewasa laki-laki mengenakan lipa'sabbe, jase tutu, dan songkok guru, sedangkan perempuan memakai baju rawang, waju kasa, lipa'sabbe.
- Pakaian Suku Toraja
Pakaian sehari-hari antara lain pio (sejenis cawat yang sekarang sudah tidak digunakan lagi), baju pokko'(pakaian khusus anak laki-laki maupun wanita), seppa' (celana pendek anak laki-laki), sambu' (sarung untuk anak laiki-laki maupun wanita), baju pokko' serta bayu toraya (laki-laki dan perempuan).
Pakaian saat upacara adat Rambu Tuka' masyarakat Toraja mengenakan pakaian adat warna warni dengan warna dasar kuning. Sebaliknya, pada upacara adat Rambu Solo' masyarakat Toraja mengenakan pakaian adat serba hitam. Pakaian adat yang dikenakan laki-laki pada kedua upacara tersebut yaitu passapu', bayu toraya, dan salembang, sedangkan kaum wanita mengenakan bayu toraya, dodo, dan salembang.
Selain itu masyarakat Toraja juga mengenal pakaian adat yang dikenakan laki-laki saat upacara Ma'rinding yang merupakan bagian upacara Rambu Solo'. Ma'rinding merupakan jenis tarian perang yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Pada upacara ini kaum laki-laki mengenakan beke', salembang, bayu toraya, dan seppa'.
- Kesenian Tradisional Daerah Sulawesi Selatan
Tiap suku bangsa memiliki jenis tarian tradisional tertentu yang berkaitan dengan kebudayaan masing-masing. Sulawesi Selatan memiliki beragam tarian berdasarkan suku bangsa yang terdapat di wilayah Sulawesi Selatan. Tarian Suku Bugis-Makassar diantaranya tari Pakarena, Pajoge, Pamanca, Pajaga Andi, Paddupa Bossara, Padendang, Pattenung, Paraga, Mappuka, Ganrang Bulo, Paolle, Maddogi, Kipas, Pasere Pitupitu, Masselung Tana, Marumatang, Galaganjur, dan Salonreng.
Tarian Suku Toraja antara lain Ma'gellu, Ma'papangngan, Daun Bulan, Burake, Ma' dandan, Manganda', Manimbong, Pa'bondesan, Ma'bandong, Memanna, Ma'katia, dan Ma'paranding.
Musik Tradisional Daerah Sulawesi Selatan
Suku Bugis-Makassar memiliki beberapa jenis musik tradisional. Diantaranya mappadendang yaitu alat musik yang terdiri atas lesung dan alu. Kemudian ada Jajjakkang yaitu peralatan musik dari kab. Gowa yang terdiri atas kancing, bacing, bulo, dan kaoppo serta Orkes Toriolo, yaitu orkes tempo dulu dari kota Makassar yang terdiri atas alat musik biola, gendang, gong, rebana, katto-katto, dan kannong-kannong.
Suku Kajang di kab. Bulukumba mengenal jenis musik tradisional yang disebut Basing-Basing. Suku Toraja memiliki alat musik seperti Passuling, Pa'pelle/ Pabarrung, Pa'bas atau Pa'pompang, Pa'karombi, Pa'geso'geso, Gendang, dan Pa'tulali.
- Upacara Tradisional Daerah Sulawesi Selatan
Orang Makassar, Bugis dan Toraja mengenal upacara yang berhubungan dengan daur hidup dan yang umum. Misalnya, pada masa kehamilan orang Makassar mengenal ritual adat yang dinamakan dengan annyampa' sanro dan a'bayu minnya'. Begitupula orang bugis mengenal makkatenni sanro, mappanre to mengindeng, dan maccera wettang yang prinsipnya sama dengan yang diselenggarakan masyarakat Makassar.
Adapun orang Toraja sedikit berbeda karena mereka tidak mengenal ritual adat pada saat kehamilan dan kelahiran. Namun, orang Toraja terkenal dengan penyelenggaraan adat upacara kematian. Upacara adat kematian orang Toraja disebut dengan Rambu Solo'. Ada beberapa tingkatan dalam perayaan Rambu Solo' tergantung status sosial orang yang mati. Dalam perayaan Rambu Solo' terdapat bermacam-macam kegiatan seperti mapasilaga tedong (adu kerbau), sisemba (adu kaki), tari-tarian, musik, dan pemotongan kerbau khas Toraja.
- Senjata Tradisional Daerah Sulawesi Selatan
Orang Bugis dan Makassar memiliki senjata tradisional berupa keris. Dalam bahasa Bugis keris disebut kawali, sedangkan orang Makassar menamakan keris dengan sebutan seleq'. Ada bermacam-macam nama keris, misalnya gencong, kaleo, tappi, dan sambang.
Badik merupakan senjata tradisional yang dikenal dan dipergunakan orang Bugis dan Makassar sejak ratusan tahun lalu. badik terbuat dari besi yang satu sisi bilahnya tajam dan ujung runcing. Badik Makassar bentuknya memiliki kale (bilah) yang pipih, batang buncit dan tajam serta cappa' (ujung) yang runcing. Badik berbentuk seperti ini disebut badik sari. Badik masyarakat Bugis memiliki bilah yang pipih, ujung runcing dan bentuk agak melebar pada bagian ujung.
- Makanan KHas Daerah Sulawesi Selatan
Ada beberapa jenis makanan yang menjadi ciri khas bagi daerah Makassar, diantaranya coto makassar, sop konro, pisang epe, dan es palubuntung. Selain jenis makanan tersebut, masih banyak jenis makanan tradisional lainnya, diantaranya ikan bakar, barongko, coto kuda, nyuknyang, burasa, kapurung, dange, dan patollo pammarasan.
J. TOKOH TERKENAL
Tokoh-tokoh inspiratif di Sulawesi Selatan.
Bacharuddin Jusuf Habibie
Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih sering disebut Habibie adalah salah satu warga kebanggan Indonesia dengan prestasinya yang berlimpah. Sebelum menduduki jabatan tinggi di Indonesia, Habibie terlebih mendapat jabatan tinggi di Jerman seperti kepala Divisi Metode dan Teknologi pada pesawat Komesial dan Angkut Militer di perusahaan Messerchmitt. Setelah itu, ia diangkat menjadi wakil Presiden bidang teknologi di perusahaan tersebut.
Ia sempat menduduki jabatan Menteri dan ketua BPPT selama 20 tahun dan terhenti pada 11 Maret 1998 karena dirinya dipercayakan menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 21 Mei 1998 ia berganti kedudukan menjadi Presiden Republik Indonesia menggantikan Soeharto yang mundur karena desakan masyarakat.
Muhammad Jusuf Kalla
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau lebih sering disapa JK. Saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Seperti yang kita kita ketahui, ia telah dua kali menjabat sebagai Wakil Presiden di Indonesia.
Tak hanya berpengaruh pada bidang politik dan pemerintahan di Indonesia, JK juga ikut berperan dalam organisasi masyarakat seperti ketua umum Palang Merah Indonesia Periode 2009-2014, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) di Universitas Hasanuddin beliau juga alumni dari Universitas ini, serta berperan penting pada perdamaian antara Aceh, Ambon dan Poso.
Mengelola NV Hadji Kalla sejak tahun 1968, bapak bersahaja ini termasuk sosok yang disegani dalam dunia perindustrian. Salah satu hal yang bisa kita petik dari JK adalah selalu fokus terhadap pencapaian yang diinginkan serta banyak bergaul dengan pebisnis dan tokoh masyarakat.
Najwa Shihab
Siapa yang tak mengenal sosok jurnalis cerdas bernama Najwa Shihab ini? Pembawa Mata Najwa yang sudah banyak mengusung tokoh inspiratif dan kontroversial. Sosok inspiratif dengan pemikirannya yang brilian ini telah banyak memperoleh prestasi membanggakan.
Di antaranya pada tahun 2005 memperoleh pengharagaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya karena membawakan laporan-laporan berita tentang Aceh yang saat itu terkena musibah Tsunami. Di samping itu, perempuan yang biasa disapa Nana ini dipercayakan sebagai Duta Baca Indonesia oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Ia juga berperan sebagai Duta Pustaka Bergerak.
K. PERGURUAN TINGGI DAN PENDIDIKAN
Universitas Negeri di Sulawesi Selatan
1. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
2. Universitas Hasanuddin
3. Universitas Negeri Makassar
4. Universitas Cokroaminoto Palopo
Politeknik Negeri di Sulawesi Selatan
1. Politeknik Negeri Ujung Pandang
2. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
3. Politeknik Negeri Makassar
4. Politeknik Pariwisata Makassar
5. Politeknik Kelautan dan Perikanan Negeri Bone, Kabupaten Bone
6. Politeknik Negeri Media Kreatif PSDD Makasar, Makasar
7. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Kabupaten Gowa
8. Politeknik Teknologi Negeri Bone
Institut Negeri di Sulawesi Selatan
1. Institut Agama Islam Negeri Palopo
2. IAIN Parepare
Universitas Swasta di Sulawesi Selatan
1. Universitas Andi Djemma, Palopo
2. Universitas Atma Jaya, Makassar
3. Universitas Bosowa, Makassar
4. Universitas Cokroaminoto Makassar
5. Universitas Cokroaminoto Palopo
6. Universitas Fajar, Makassar
7. Universitas Islam Makassar
8. Universitas Kristen Indonesia Paulus, Makassar
9. Universitas Kristen Indonesia Toraja
10. Universitas Muhammadiyah Makassar
11. Universitas Muhammadiyah Parepare
12. Universitas Muslim Indonesia, Makassar
13. Universitas Muslim Maros
14. Universitas Panca Sakti Makassar
15. Universitas Patria Artha, Makassar
16. Universitas Pejuang Republik Indonesia, Makassar
17. Universitas Pepabri Makassar
18. Universitas Sawerigading Makassar
19. Universitas Teknologi Sulawesi, Makassar.
20. Universitas Mega Rezky makassar
Politeknik Swasta di Sulawesi Selatan
1. Politeknik Bosowa, Makassar
2. Politeknik Informatika Nasional, Makassar
3. Politeknik Maritim AMI Makassar, Makassar
Institut Swasta di Sulawesi Selatan
1. Institut Agama Islam As'adiyah, Wajo
2. Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
3. Institut Kesenian Makassar
4. Institut Parahikma Indonesia, Gowa
5. Institut Sains dan Teknologi Pembangunan Indonesia, Makassar
Akademi Swasta di Sulawesi Selatan
1. Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah, Makassar
2. Akademi Bahasa Asing UMI, Makassar
3. Akademi Farmasi Kebangsaan, Makassar
4. Akademi Farmasi Sandi Karsa, Makassar
5. Akademi Farmasi Yamasi, Makassar
6. Akademi Farmasi Toraja, Tana Toraja
7. Akademi Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja Makassar, Makassar
8. Akademi Ilmu Gizi YPAG, Makassar
9. Akademi Kebidanan Aisyah, Pangkajene dan Kepulauan
10. Akademi Kebidanan Andi Makkasau, Parepare
11. Akademi Kebidanan Bakti Nusantara, Toraja Utara
12. Akademi Kebidanan Batari Toja, Bone
13. Akademi Kebidanan Bina Sehat Nusantara, Bone
14. Akademi Kebidanan Bina Sejahtera, Toraja Utara
15. Akademi Kebidanan Gunung Sari, Makassar
16. Akademi Kebidanan Haji Amirullah, Makassar
17. Akademi Kebidanan Inau, Makassar
18. Akademi Kebidanan Kamanre, Palopo
19. Akademi Kebidanan Lapatau, Bone
20. Akademi Kebidanan Madani, Sinjai
21. Akademi Kebidanan Masamba, Luwu Utara
22. Akademi Kebidanan Mayapada Gading Persada, Pangkajene dan Kepulauan
23. Akademi Kebidanan Menara Primadani, Soppeng
24. Akademi Kebidanan Minasa Upa, Makassar
25. Akademi Kebidanan Muhammadiyah, Makassar
26. Akademi Kebidanan Muhammadiyah, Palopo
27. Akademi Kebidanan Nusantara Jaya, Makassar
28. Akademi Kebidanan Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana, Makassar
29. Akademi Kebidanan Persada, Wajo
30. Akademi Kebidanan Puangrimaggalatung, Wajo
31. Akademi Kebidanan Reformasi, Makassar
32. Akademi Kebidanan Sandi Karsa, Makassar
33. Akademi Kebidanan Sinar Kasih, Tana Toraja
34. Akademi Kebidanan Sumber Kasih, Enrekang
35. Akademi Kebidanan Syekh Yusuf, Gowa
36. Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti, Bulukumba
37. Akademi Kebidanan Yapma, Makassar
38. Akademi Keperawatan Al-Hambra, Makassar
39. Akademi Keperawatan Batari Toja, Bone
40. Akademi Keperawatan Fatima, Parepare
41. Akademi Keperawatan Kamanre, Palopo
42. Akademi Keperawatan Kharisma Gowa Raya, Gowa
43. Akademi Keperawatan Lapatau, Bone
44. Akademi Keperawatan Makassar, Makassar
45. Akademi Keperawatan Mappa Oudang, Makassar
46. Akademi Keperawatan Muhammadiyah, Makassar
47. Akademi Keperawatan Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana, Makassar
48. Akademi Keperawatan Putra Pertiwi Watansoppeng, Soppeng
49. Akademi Keperawatan Rantepao, Toraja Utara
50. Akademi Keperawatan Reformasi, Makassar
51. Akademi Keperawatan Sandi Karsa, Makassar
52. Akademi Keperawatan Sawerigading Pemda Luwu, Luwu
53. Akademi Keperawatan Syekh Yusuf, Gowa
54. Akademi Keperawatan Toraya, Tana Toraja
55. Akademi Keperawatan Yapenas 21, Maros
56. Akademi Keperawatan Yapi, Barru
57. Akademi Kesehatan Lingkungan Muhammadiyah, Makassar
58. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Ibnu Khaldum, Palopo
59. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Lamappapoleonro, Soppeng
60. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Rizky, Makassar
61. Akademi Maritim Indonesia AIPI, MakassarAkademi Sekretari Manajemen Amsir, Parepare
62. Akademi Sekretari Manajemen Indonesia Publik, Makassar
63. Akademi Teknik Elektromedik Muhammadiyah, Makassar
64. Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Muhammadiyah, Makassar
65. Akademi Teknik Soroako, Luwu Timur
66. Akademi Komunitas Dewinatalia, Pinrang
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Amanah, Jeneponto
2. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar, Gowa
3. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar
4. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Gazali Bone, Bone
5. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Gazali Bulukumba
6. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Ghazali Barru, Barru
7. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Ghazali Soppeng, Soppeng
8. Sekolah Tinggi Agama Islam As'adiyah Sengkang, Wajo
9. Sekolah Tinggi Agama Islam DDI Jeneponto, Jeneponto
10. Sekolah Tinggi Agama Islam DDI Makassar, Makassar
11. Sekolah Tinggi Agama Islam DDI Mangkoso, Barru
12. Sekolah Tinggi Agama Islam DDI Maros, Maros
13. Sekolah Tinggi Agama Islam DDI Pangkep, Pangkajene dan Kepulauan
14. Sekolah Tinggi Agama Islam DDI Parepare, Parepare
15. Sekolah Tinggi Agama Islam DDI Pinrang, Pinrang
16. Sekolah Tinggi Agama Islam DDI Sidrap, Sidenreng Rappang
17. Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Sinjai, Sinjai
18. Sekolah Tinggi Agama Islam YAPIS Takalar, Takalar
19. Sekolah Tinggi Agama Islam YAPNAS Jeneponto, Jeneponto
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Swasta di Sulawesi Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Abdul Haris, Makassar
2. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Al-Gazali Barru, Barru
3. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Puangrimaggalatung, Wajo
4. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi YAPPI Makassar, Makassar
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Amsir Parepare, Parepare
2. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Cokroaminoto Pinrang, Pinrang
3. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Damarica, Palopo
4. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Gema Insani Akademik, Makassar
5. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Lamaddukelleng, Wajo
6. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pengayoman,Bone
Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab Makassar
Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKPER) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Famika, Gowa
2. Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Gunung Sari, Makassar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES/STIK) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Amanah, Makassar
2. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya, Palopo
3. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baramuli, Pinrang
4. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bataraguru, Luwu Timur
5. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre, Luwu
6. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gema Insan Akademik, Makassar
7. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Graha Edukasi, Makassar
8. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kurnia Jaya Persada, Palopo
9. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Lakipadada, Tana Toraja
10. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar, Makassar
11. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mega Buana, Palopo
12. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mega Rezky, Makassar
13. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Sidrap, Sidenreng Rappang
14. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin, Makassar
15. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nusantara Jaya, Makassar
16. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nusantara Lasinrang, Pinrang
17. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panakkukang, Makassar
18. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada, Bulukumba
19. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana, Makassar
20. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Puangrimaggalatung, Wajo
21. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RSU Daya Makassar, Makassar
22. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salewangan, Maros
23. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris, Makassar
24. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea, Makassar
25. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja, Tana Toraja
26. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tanawali, Takalar
27. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YAPIKA Makassar, Makassar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial Tamalanrea, Makassar
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia YAPMI, Makassar
2. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya, Makassar
3. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPI Makassar, Makassar
4. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Nitro, Makassar
5. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Publik Makassar, Makassar
6. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YAPIM, Maros
Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Muhammadiyah Sinjai, Sinjai
2. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Puangrimaggalatung, Wajo
3. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian YAPI, Bone
4. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian YAPIM, Maros
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 17-8-1945, Makassar
2. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Muhammadiyah Rappang, Sidenreng Rappang
3. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Muhammadiyah Sinjai, Sinjai
4. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Petta Baringeng, Soppeng
5. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Veteran, Palopo
Sekolah Tinggi Informatika dan Multimedia (STIMED) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Informatika dan Multimedia Nusa Palapa, Makassar
Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao, Toraja Utara
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Andi Matappa, Pangkajene dan Kepulauan
2. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Cokroaminoto, Pinrang
3. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan DDI Pinrang, Pinrang
4. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mega Rezky, Makassar
5. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Barru, Barru
6. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bone, Bone
7. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bulukumba, Bulukumba
8. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Enrekang, Enrekang
9. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Palopo, Palopo
10. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Rappang, Sidenreng Rappang
11. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pembangunan Indonesia, Makassar
12. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Puangrimaggalatung, Wajo
13. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran, Sidenreng Rappang
14. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan YAPIM, Maros
15. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yapti, Jeneponto
16. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan YPUP, Makassar
17. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Swasta di Sulawesi Selatan
18. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AKBA, Makassar
19. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Adinata, Bulukumba
20. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Dipanegara, Makassar
21. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Handayani, Makassar
22. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Kharisma, Makassar
23. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Lamappapoleonro, Soppeng
24. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Profesional, Makassar
Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Pariwisata Tamalatea, Makassar
Sekolah Tinggi Teknik Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Teknik Baramuli, Pinrang
Sekolah Tinggi Teknologi Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Teknologi Dharma Yadi, Makassar
2. Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Balik Diwa, Makassar
3. Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Indonesia, Makassar
Sekolah Tinggi Teologi (STT) Swasta di Sulawesi Selatan
1. Sekolah Tinggi Teologi Bisanry, Makassar
2. Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia, Makassar
3. Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Bagian Timur, Makassar
4. Sekolah Tinggi Teologi KIBAID Makale, Tana Toraja
5. Sekolah Tinggi Teologi Yesyurun Arastamar, Luwu
Demikianlah informasi lengkap mengenai Sulawesi Selatan yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon di maafkan yah..
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
💘💘 TERIMA KASIH 💘💘




.png)

.png)


.png)
.png)













.jpg)